Jumat, 08 Mei 2015

Kenapa Produk MLM Mahal

Sudah menjadi rahasia umum bahwa biasanya suatu produk yang dipasarkan oleh bisnis Multi Level Marketing acap kali terasa mahal dimata masyarakat awam. Terutama jika produk tersebut terkait dengan kesehatan atau perawatan wajah\tubuh, biasanya dibandrol dengan harga tinggi diatas harga produk sejenis dipasaran, dengan iming-iming itu adalah produk eksklusif, unik, dibuat khusus, dan teruji. Kali ini saya akan coba membahas beberapa poin mengenai mengapa produk-produk MLM terkesan mahal.

Margin Produk Harus Tinggi
Penyebab utama perusahaan menetapkan margin laba yang tinggi pada produk MLM tidak lain dikarenakan laba produk lah yang membayar para distributornya, mulai si penjual langsung hingga beberapa orang di level atasnya. Anggaplah suatu produk yang biaya produksinya hanya 40rb, dijual ke konsumen dengan harga 250rb, dimana 200rb labanya dibagikan ke para distributornya, dan hanya 10rb laba yang dikantongi perusahaan.

Produk Dibuat Seunik Mungkin
Seringkali produk / suplemen yang dipasarkan oleh MLM terkesan berbeda dan bernilai lebih dengan produk / suplemen yang umum di toko toko. Kata-katanya seperti, dibuat dengan teknologi nano, bahan bakunya didapat dari tempat yang jauh (hutan afrika, pegunungan india, dasar laut atlantis), diuji oleh para peneliti Amerika, dan lain sebagainya. Semua hal tersebut diluar benar apa tidaknya, sengaja dibuat agar konsumen tertarik dan meyakini produk tersebut unik dan tidak bisa dibandingkan dengan produk lain dipasaran, sehingga harga yang tinggi bisa diterima dengan wajar.

Konsumen Yang Loyal
Analogikan Anda adalah seorang pembuat kue, dan Anda ingin mendapatkan keuntungan dari penjualan kue tersebut. Ada 2 cara yang bisa Anda lakukan. Yang pertama dengan menjajakan kue Anda di pasar yang ramai. Kemungkinan kue Anda dibeli banyak orang, tetapi Anda harus memasang harga rendah karena bersaing dengan banyak penjual kue yang lain. Ini adalah cara dagang yang umum, Anda terpaksa menerima laba yang tipis, permintaan tidak menentu, dan seringkali over produksi.
Cara kedua, dengan menawarkan kue Anda secara khusus pada orang-orang tertentu, memasang harga yang tinggi, dan membuat mereka menjadi pelanggan setia kue Anda. Dengan cara ini Anda lebih mudah mengontrol produksi kue dan meminimalisir persaingan. Meskipun konsumennya tidak sebanyak dipasar, tetapi konsumen yang setia dan stabil membeli produk dengan laba yang tinggi membuat Anda di tetap bisa beroperasi bahkan lebih sejahtera.
Cara kedua inilah yang dianut sistem bisnis MLM. Investasi mereka tidak pada iklan, gedung pertokoan, atau persediaan, tetapi pada member-member mereka yang dimanjakan dengan bonus atas kinerjanya memasarkan produk. Disamping itu para member secara langsung maupun tidak langsung dibuat menjadi konsumen setianya, karena member diminta harus membeli produk. Apakah itu pada saat awal mengikuti program, ataupun dengan sistem tutup poin.

Memanfaatkan Hubungan Personal
Produk yang eksklusif dan mahal dari MLM biasanya ditawarkan ke konsumen yang kelas ekonominya menengah keatas. Karena kelompok ini umumnya tidak mempermasalahkan soal harga. Tetapi masyarakat menengah keatas seringkali kritis terhadap suatu produk, sekedar brosur iklan saja, atau penawaran dari seorang tenaga sales tidak akan menggerakan mereka untuk langsung membeli.
Namun beda halnya bila penawaran tersebut berasal dari keluarga, kolega, rekan sekerja, maupun teman dalam satu komunitas, mereka akan lebih percaya dan mempertimbangkan ajakan orang yang sudah dikenal dekat. Inilah taktik bisnis MLM, yang memanfaatkan hubungan personal para membernya. Karena biasanya member pertama kali menawarkan produk / bisnis MLM yang diikutinya kepada orang-orang terdekatnya. Baru kemudian dituntut mencari teman-teman baru agar lebih mengembangkan jaringannya.

Sabtu, 18 April 2015

5 Niche / Topik Blog Terbaik Dan 5 Niche / Topik Blog Terburuk

Terbaik dan terburuk dalam hal ini adalah bila tujuan pembangunan blog adalah untuk menghasilkan uang dari program iklan Adsense.
Berikut 5 Niche / Topik Blog Terbaik Untuk Menghasilkan uang dari Adsense :
  1. Kesehatan dan Nutrisi
  2. Fashion dan Kecantikan
  3. Teknologi, Komputer dan Internet
  4. Otomotif dan Real Estate
  5. Travelling
Dan Berikut 5 Niche / Topik Blog Terburuk dalam hal menghasilkan uang dari Adsense :
  1. Gosip Selebritis
  2. Politik
  3. Agama
  4. Olahraga
  5. Dewasa. Alasannya karena Adsense tidak memperbolehkan situs / blog dengan topik dewasa menjadi publishernya.

4 Tahapan Perkembangan Blog

Anda telah membuat blog, mengupdatenya, dan memonetisasinya dengan beragam program. Anda kecewa karena upaya-upaya tersebut tidak juga menghasilkan uang sesuai harapan sehingga Anda tidak semangat lagi untuk ngeblog.
Ujung-ujungnya Anda juga beranggapan bahwa menghasilkan uang banyak dari blog adalah hal yang sama sekali sukar diwujudkan.
Anda tidak sendiri. Banyak blogger lain yang mengalami kondisi seperti itu.
Apa solusinya?
Solusinya adalah dengan memahami bahwa mengembangkan blog hingga menjadi “mesin uang” merupakan perjalanan panjang yang memerlukan upaya dan waktu.
Dari beberapa referensi yang saya baca, perjalanan panjang ini dibagi menjadi 4 fase:
1. Fase Pendirian
Fokus pada fase ini adalah pembuatan konten bermanfaat (berkualitas) dan setup blog. Selain kualitas, kuantitas konten juga merupakan faktor penting. Range jumlahnya 50-100 postingan.
Adapun setup blog adalah instal plugin yang dibutuhkan, mendesain tampilan blog yang menarik, dan melakukan search engine optimization (SEO).
Fase pendirian ini membutuhkan waktu 3-6 bulan. Banyak blogger yang gagal pada tahap ini karena fokus dan sibuk memonetisasi blog, bukan pada konten.
2. Fase Pertumbuhan Trafik
Fase ini ditandai dengan meningkatnya trafik, komentar, pelanggan RSS, dan sudah mulai memperoleh penghasilan. Fokus utama dari fase ini tetap menulis konten bermanfaat dan ditambah memperoleh backlink berkualitas.
Dalam pandangan saya, cara paling baik memperoleh backlink berkualitas adalah dengan menjadi blogger tamu di blog-blog terkenal dan atau tulisan Anda dibacklink oleh blog-blog lain.
Memang perlu energi dan waktu untuk mencapai kedua hal ini, namun yakinlah bahwa energi dan waktu Anda akan terbayar di kemudian hari.
Banyak blogger yang salah kaprah dalam mencari backlink antara lain mendaftarkan postingannya ke direktori, berkomentar di ratusan blog do follow, dan sebagainya. Saya yakin Google memiliki mesin canggih sehingga mereka bisa membedakan mana backlik berkualitas (yang diperoleh dengan kerja keras) dan backlink yang kualitasnya kurang.
Terlepas dari itu, fase pertumbuhan trafik merupakan proses panjang yang bisa memakan waktu 6-12 bulan. Selain itu, pertumbuhan trafik bisa juga lambat, namun lama-lama meningkat secara konsisten.
Tips untuk fase ini:
  • Rencanakan mengirim 1 postingan blogger tamu tiap bulan ke blog-blog ternama
  • Buat 1-2 artikel pilar setiap minggu
3. Fase Kematangan dan Monetisasi
Fase ini ditandai dengan trafik yang tinggi dengan upaya yang tidak sekeras fase pertumbuhan blog. Selain itu, pelanggan RSS juga mencapai ribuan dan banyak menerima kiriman postingan blogger tamu.
Karena trafik dan pelanggan yang banyak, upaya memonetisasi blog akan lebih mudah. Pemilik blog tinggal membuat deal dengan para pemasang iklan, optimasi PPC, optimasi afiliasi, dan bahkan menjual produk atau jasa sendiri.
Fase ini memerlukan waktu: 6-12 bulan.
4. Fase Pemeliharaan
Fase pemeliharaan (maintenance) merupakan fase yang sangat meanarik dan mengasyikkan. Sebagai gambaran, blogger-blogger yang sudah mencapai fase ini adalah Darren Rowse (Problogger), John Chow, Yaro Starak, Daniel Scocco, Agus Ramdhani, Nurudin Jauhari, Kang Rohman, dan sebagainya.
Waktu yang dibutuhkan: tidak terbatas.
Kesimpulan
Menghasilkan uang banyak dari blog merupakan proses panjang (tidak ada jalan pintas). Proses panjang ini tidak akan membuat Anda stress karena penghasilan tidak kunjung besar jika Anda memahami dari awal keempat fase perkembangan blog.
Jadi, nikmati semua fase yang sedang Anda lalui mulai sekarang.