Apa penyebab kenaikan inflasi??
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 5,46 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,44 persen; kelompok kesehatan 0,40 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,69 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 9,60 persen. Inflasi yang tinggi ini dipengaruhi kenaikan harga ikan sebagai bahan makanan dan tarif angkutan yang naik karena mengikuti kenaikan harga BBM.
Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi penyebab utama melonjaknya inflasi pada bulan Juli 2013 yang sebesar 3,29%. BBM baik subsdidi maupun non subsidi mempunyai andil terhadap inflasi Juli hingga 0,77%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/8).
Dia memaparkan penyebab utama inflasi Juli lainnya adalah kenaikan tarif angkutan dalam kota sebesar 21,05% yang memberikan andil terhadap inflasi 0,54%. Hal ini tidak lepas dari dampak naiknya harga BBM bersubsidi. Kenaikan tarif angkutan terjadi di 66 kota IHK dengan kenaikan tertinggi di Kupang dan Serang sebesar 42%.
Selain itu, bawang merah memiliki andil inflasi sebesar 0,48 persen, dengan perubahan harga 62,28 persen. "Ini karena pasokan berkurang di pasaran," kata Suryatmin.
Komoditas lainnya, seperti cabe rawit, menyumbang inflasi 0,11 persen, dengan kenaikan harga 55,26 persen, dan daging ayam ras 0,22 persen, dengan 14,59 persen di kenaikan harga.
Suryamin memaparkan, pihaknya memantau 751 jenis komoditas. Uniknya, beberapa komoditas yang sebelumnya tak menyumbang inflasi, kini turut mengerek indeks harga. Misalnya soto dan kue kering berminyak alias gorengan "Kue kering berminyak atau gorengan andilnya 0,02 persen. Soto juga ini mempunyai andil 0,02 persen," ungkapnya.
Suryatmin menjelaskan, meski target inflasi tahunan sudah terlampau, inflasi masih bisa turun dari 8 persen dalam enam bulan ke depan. Syaratnya, pemerintah harus mengendalikan kenaikan harga komoditas yang melonjak.
Lalu apa akibat kenaikan inflasi??
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat jatuh cukup dalam di zona merah setelah keluar pengumuman inflasi Juli yang cukup tinggi.
Awalnya investor masih lakukan aksi beli selektif sambil menunggu pengumuman inflasi Juli oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Indeks pun sempat naik hingga posisi tertingginya 4.632,428. Menjelang siang, BPS melaporkan laju inflasi Juli 2013 mencapai 3,29%. Melambungnya inflasi yang siginifikan ini masih dipengaruhi dari imbas kenaikan harga BBM.
Pelaku pasar merespons tingginya tingkat inflasi ini dengan melepas saham. Alhasil, IHSG langsung jatuh ke zona merah hingga ke posisi terendahnya di 4.592,093.
(dikutip dari berbagai sumber)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar